Menikmati Seni Kontemporer di Istanbul Modern Museum

Nurul in Turkey

Dua minggu sudah berlalu sejak badai salju. Semester hampir berakhir. Seluruh assignments sudah dikumpulkan, seluruh ujian sudah dilaksanakan. Kami dalam masa menunggu keluarnya nilai, melihat apakah hasil kerja keras kami selama satu semester bisa dikatakan berhasil atau tidak. Aktivitasku mulai terdengar santai. Kegiatanku hanya seputaran apartemen dan kadang-kadang ke kampus jika Nasir atau Umarah membuat janji untuk bertemu.

Hari ini, aku juga tak ada agenda khusus.  Aku mendapatkan notifikasi bahwa hari itu kemungkinan akan turun salju lagi. Sebenarnya, aku hanya ingin berhangat-hangat di dalam kamar, sambil menonton serial “friends” saja dan minum teh melati yang baru saja kubeli. Membayangkannya saja sudah membuatku relax.

Namun, sejam sebelum waktu makan siang, aku mendapat telepon dari Jun, mantan rekan kerjaku di Kongo, yang tengah berlibur di Istanbul sebelum kembali bertugas di Ankara. Jun mengajakku untuk melihat pameran foto refugees di suatu tempat. Aku tak terlalu paham dimana tempatnya. Jun memberi penjelasan singkat mengenai…

View original post 543 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s